Nasional

SMSI Pandang Reformasi Polri Sebagai Fondasi Penguatan Kebebasan Pers

Jakarta — Pengurus Serikat Media Siber Indonesia, Sdr. Bustam, menilai keberadaan Polri di bawah Presiden merupakan pilar penting dalam menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, komando tunggal di bawah kepala negara adalah bentuk tata kelola keamanan yang terarah dan terintegrasi sehingga tidak mudah dipengaruhi kepentingan politik sektoral.

Bustam menjelaskan, struktur komando langsung kepada Presiden Republik Indonesia memungkinkan Polri melaksanakan mandat konstitusionalnya dengan lebih profesional. “Mulai dari penegakan hukum, pemeliharaan kamtibmas, hingga perlindungan masyarakat, semuanya membutuhkan garis komando yang jelas dan bebas intervensi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya reformasi kultural di tubuh Polri. Menurut Bustam, reformasi ini bukan sekadar perubahan prosedur, melainkan pembaruan paradigma yang menempatkan pelayanan publik dan integritas sebagai landasan utama. “Kepercayaan publik hanya bisa dibangun melalui perubahan cara kerja, budaya organisasi, dan keteladanan anggota Polri,” katanya.

Bustam menyambut baik langkah Kapolri yang meluncurkan 8 Poin Percepatan Reformasi Polri. Ia menilai roadmap tersebut sebagai langkah realistis untuk memperkuat sistem, meningkatkan kualitas SDM, mengedepankan transparansi, dan membangun kelembagaan yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.

Sebagai bagian dari komunitas pers, Bustam menilai komitmen Polri terhadap keterbukaan data dan komunikasi publik yang sehat menjadi faktor penting dalam penguatan ruang informasi. Dengan arus informasi yang bergerak cepat, katanya, akuntabilitas dan kecepatan respons menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara Polri dan media dalam mencegah disinformasi. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya menjaga stabilitas sosial, tetapi juga memperkuat literasi publik melalui pemberitaan yang berimbang dan bertanggung jawab.

Bustam menegaskan bahwa SMSI mendukung penuh langkah Polri dalam memperkuat profesionalisme dan menjalankan reformasi internal. “Keberhasilan reformasi Polri akan berdampak langsung pada kualitas demokrasi dan kesehatan ruang publik,” ujarnya.

Menutup pernyataan, Bustam mengatakan SMSI siap menjadi mitra strategis Polri dalam mengawal proses reformasi agar berjalan efektif dan transparan. Ia meyakini kombinasi antara kepemimpinan yang kuat, reformasi kultural yang konsisten, serta dukungan masyarakat akan memperkuat peran Polri sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *